Selasa, 20 Januari 2009

Cinta Bunda



Apa yang menarik dari kisah Harry Potter? Bagi saya, novel anak-anak tersebut telah menyelipkan sebuah adegan menarik sekaligus mengharukan:
Kekuatan cinta seorang ibu. Voldemort --penyihir hitam paling ditakuti--tiba-tiba kehilangan seluruh kekuatannya ketika ingin membunuh seorang bayi, setelah sebelumnya berhasil menghabisi orang tua bayi itu. Dunia Mistik menjadi gempar atas kekalahan penyihir tersebut.

Ternyata, sampai detik-detik menjelang kematiannya, sang Bunda masih terus berupaya menyelamatkan Harry Potter yang masih bayi itu. Kekuatan cinta seorang Ibu, meskipun sang ibu telah tiada, telah mampu melindungi sang anak dari bahaya.
Lepas dari kisah Harry Potter, pernahkah kita menghitung berapa liter beras dan berapa jenis makanan yang telah dimasak oleh seorang ibu untuk anaknya, berapa meter lantai telah di-sapu dan di-pel oleh seorang ibu, berapa banyak keheningan malam dilalui sang ibu yang terjaga untuk anaknya, berapa kali kedua tangan sang ibu terangkat ketika berdo'a, dan berapa banyak air mata mengalir ketika sujud mendo'akan kebahagiaan dan keselamatan anaknya.
Sang Ibu telah bertahun-tahun menjelma menjadi perawat untuk penyakit batuk, demam, flu, cacar, ataupun sekedar luka di kaki akibat terjatuh.
Ketika seorang sahabat Nabi ber-thawaf mengeliling Ka'bah sambil menggendong ibunya yang sudah sepuh, ia bertanya pada Rasul yang mulia, "Sudahkah terbayar lunas semua jerih payah ibuku?"
Rasul yang mulia menjawab, "Tidak!, bahkan untuk menandingi rasa sakitnya saat melahirkan engkau pun tidak terbayar!"
Dalam bahasa lain, andaikan, sekali lagi, andaikan saja anda mempunyai gunung emas yang kemudian anda berikan semuanya berikut seluruh perbendaharaan harta anda yang lain untuk mengganti semua yang telah dilakukan oleh seorang ibu, niscaya itu semua belum mampu membayar satu malam saja saat-saat ibu mengasuh anda. Tidak pernah ada kata "cukup", "lunas", "terbayar" untuk membalas cinta seorang ibu.
Kita durhaka pada bunda bila bunda tinggal di rumah kecil dan bocor disana-sini, sementara kita tinggal di tempat yang nyaman; kita berdosa bila kita menikmati makan siang yang lezat dan penuh gizi sementara bunda hanya memakan seadanya; kita berdosa bila menghitung biaya sekolah anak dan karena itu menghindar membelikan obat bagi bunda yang tengah sakit; Kita berdosa bila kita dalam perjalanan yang sangat nyaman dalam mobil mewah, sementara bunda naik kendaraan umum yang penuh sesak; kita tergolong anak durhaka bila kita sanggup piknik atau jalan-jalan dengan isteri namun selalu saja punya alasan untuk tidak mengunjungi atau bersilaturahmi ke tempat bunda (atau berziarah ke kuburannya bila bunda telah tiada).
Jangan gunakan logika untuk berkhidmat pada bunda. Balas cintanya dengan cintamu. Kenapa? Karena "Ridha Allah terletak pada ridha orang tua," begitulah ajaran agama kita.
Bagaimana kita bisa membagi cinta kita untuk keluarga, pekerjaan, dan sekaligus untuk ibunda? Jawabannya adalah: kita tidak pernah membagi cinta; tetapi kita selalu melipatgandakannya. Balaslah kekuatan cinta ibunda dengan ketulusan cinta kita; insya Allah --seperti diilustrasikan dalam kisah Harry Potter di atas--cinta sang bunda akan terus melindungi kehidupan kita.
"Ya Rabb, ampuni dosa kami dan dosa kedua orang tua kami, dan sayangilah mereka sebagaimana mereka telah menyayangi kami sewaktu kecil"
Note : Buat renungan untuk kita semua, betapa besar dan agungnya cinta ibu kita kepada kita, sejak dalam kandungan hingga sekarang ini, setelah dewasa dan berdiri sendiri, dapat bekerja, pendidikan dan ajaran agama yang baik, semoga kiranya dapat menjadi pelajaran.

Sepenuh Hati

eramuslim - Air hujan turun membasahi bukit. Ia mengalir melintasi tebing dan cerukan sempit. Sesekali menabrak batu dan akar pohon yang menjuntai. Membawa bersama partikel hidrogen dan oksigen. Menyelisihi daun kering yang jatuh ke bumi sambil berbisik, "Ku kan membuatmu segar kembali setelah angin dan waktu membuatmu letih." Ia terus mengalir dan mengalir hingga bertemu "kawan" lain. Membentuk aliran ke hilir hingga jadi sungai yang mengalir ke laut.

Dengan segala kerendahan diri untuk mengalir jatuh air telah menghidupkan bumi setelah kering. Membasuh dan membawa harapan baru untuk segenap mahluk. Si sumber kehidupan ini menyimpan kelembutan dan kekuatan sekaligus. Sang Pencipta Tertinggi telah memberinya kekuatan untuk bergerak menerobos celah sempit, meluncur jatuh, membentuk aliran sungai, atau tetap diam diatas bumi dan menjadi danau.

Dengan hanya tetesan, ia mampu melubangi batu dan memecahnya. Meski memakan waktu sekian jam atau bahkan hari. Tapi sekeras apapun batu ia tetap bisa melakukannya. Bermula dari setetes saja. Terus menerus. Setetes demi setetes. Hingga batu berlubang, retak dan terbelah. Saat tetesan berhenti, batu tak lagi tertandai.

Sesosok mahluk lain di belahan bumi yang berbeda telah berusaha untuk membuat sesuatu yang berguna. Ia berusaha untuk menyimpan listrik dan mengalirkannya menjadi cahaya. Edison telah berhari-hari atau bahkan berminggu-minggu mencoba membuat impiannya terwujud. Untuk berhasil menyalakan sebuah bolam, ia telah menghabiskan lebih dari seribu empat ratus bolam. Ke semua bohlam itu pecah saat tak mampu menahan panas aliran listrik. Hingga akhirnya sebuah bolam berhasil menyala. Menyala dan hampir tak pernah lagi padam hingga saat ini. Dan pemadaman lampu resmi pertama dilakukan di seluruh kota pada hari ia meninggal untuk menghargai kerja kerasnya itu.

Tetesan air yang membelah batu ataupun usaha Edison membuat bola lampu adalah cerminan pekerjaan yang dilakukan dengan sungguh-sungguh. Andai mereka berhenti bergerak dan diam, tak ada yang berubah. Takkan ada yang dihasilkan. Batu takkan pecah saat tetesan berhenti sebelum waktunya. Atau tak ada lampu penerang saat hari gelap. Tetapi kedua mahluk berbeda ini terus bekerja. Terus bekerja hingga aliran sungai muncul, membasahi bumi, mengairi sawah dan menjadi sumber minum bagi mahluk Allah yang lain. Terus bekerja hingga ada cahaya saat gelap dan penerang bagi kehidupan seluruh manusia hingga hari ini. Seluruhnya bukanlah pekerjaan setengah hati. Memulai pekerjaan yang baru tidak mudah. Butuh keberanian dan semangat tinggi. Tapi itu bukanlah yang tersulit. Yang paling sulit adalah menyelesaikan apa yang telah dimulai itu dengan kebaikan. Karena lebih banyak pengorbanan dan kegigihan yang diberikan. Dan kesungguhan hati yang berbicara pada akhirnya.

Janganlah khawatir untuk mengakhiri segala pekerjaan dengan kebaikan, karena sesungguhnya Allah benar-benar beserta orang-orang yang berbuat baik. Dan ternyata banyak hal yang berguna dengan bekerja sepenuh hati.

Doa Untuk Bunda

(Diambil dari syahifah as-Sajjadiyah)
Ya Allah, Rendahkanlah suaraku bagi mereka,
Perindahlah ucapanku di depan mereka.
Lunakkanlah watakku terhadap mereka
dan Lembutkanlah hatiku untuk mereka.

Ya Allah, Berilah mereka balasan yang sebaik-baiknya
Atas didikan mereka padaku dan Pahala yang besar
Atas kesayangan yang mereka limpahkan padaku,
Peliharalah mereka Sebagaimana mereka memeliharaku.
Ya Allah,
Apa saja gangguan yang telah mereka rasakan,
atau kesusahan yang mereka derita karena aku,
atau hilangnya sesuatu hak mereka karena perbuatanku,
jadikanlah itu semua Penyebab rontoknya dosa-dosa mereka,
Meningginya kedudukan mereka
dan Bertambahnya pahala kebaikan mereka dengan perkenan-Mu,
ya Allah
sebab hanya Engkaulah
yang berhak membalas kejahatan
dengan kebaikan berlipat ganda.
Ya Allah, Bila magfirah-Mu telah mencapai mereka sebelumku,
Izinkanlah mereka memberi syafa'at untukku.
Tetapi jika magfirah-Mu lebih dahulu mencapai diriku,
Maka izinkahlah aku memberi syafa'at untuk mereka,
sehingga kami semua berkumpul Bersama dengan santunan-Mu
di tempat kediaman yang dinaungi kemulian-Mu,
ampunan-Mu serta rahmat-Mu.
Sesungguhnya Engkaulah yang memiliki Karunia Maha Agung,
serta anugerah yang tak berakhir
dan Engkaulah yang Maha Pengasih Diantara semua pengasih.
Amin ya Allah

**** Mari kita kenang dosa kepada orang tua kita. Siapa tahu hidup kita dirundung nestapa karena kedurhakaan kita. Karena kita sudah menghisap darahnya, tenaganya, airmatanya, keringatnya. Istighfar, istighfarlah Barangsiapa yang matanya pernah sinis melihat orangtuanya. Atau kata-katanya sering mengiris melukai hatinya, atau yang jarang memperdulikan dan mendoakannya. Percayalah bahwa anak yang durhaka siksanya didahulukan didunia ini. Istighfar yang pernah mendholimi ibu bapaknya. Astaghfirullahal Adhiim Astaghfirullahal Adhiim

Info Gerhana


Akhirnya, setelah sekian lama, Gerhana matahari akan segera menyapa Indonesia. Tidak tanggung-tanggung, 3 gerhana matahari secara berturut-turut akan melewati Indonesia dalam rentang waktu 2009 - 2010. Sayangnya, tidak semua bagian di wilayah Indonesia dapat melihat fenomena ini.

Karena, ketiga gerhana ini cuman melewati bagian barat dan/atau utara indonesia.Tahun 2009 tercatat ada dua gerhana yang akan melewati Indonesia, yaitu pada tanggal 26 Januari dan 21-22 Juli, sementara itu, gerhana matahari akan kembali menyenggol kita pada tanggal 15 Januari 2010.Fenomena ini sangat disayangkan untuk dilewatkan, karena gerhana matahari baru akan menyapa kita kembali pada tahun 2016.
1. Gerhana 26 Januari 2009
Gerhana ini dapat dilihat oleh hampir seluruh masyarakat Indonesia (Dari Banda Aceh sampai Ambon), beruntunglah mereka yang tinggal di daerah Lampung, Samarinda, dan Teluk betung, karena bulan menutup hampir seluruh bagian matahari. Gerhana ini terjadi pada waktu sore hari sekitaran pukul 3 - 4.
Yang perlu diperhatikan dari jenis gerhana ini adalah jenis gerhana ini adalah gerhana matahari anular (bukan total) artinya ukuran bulan tidak cukup besar untuk menutupi seluruh priringan matahari berbeda dengan gerhana matahari total dimana bulan menutupi seluruh piringan matahari. Jadi, untuk melihatnya, perlu digunakan lensa pelindung mata, serta bagi fotografer, ingat untuk melindungi lensa kameranya sebelum mengabadikan fenomena langka ini.
2. Gerhana Matahari 22 Juli 2009
Gerhana ini cuma dapat dinikmati oleh mereka-mereka yang tinggal di bagian utara Indonesia seperti: Banda Aceh, Jayapura, Manado, Medan, Padang, Palu, Pekanburu, Pontianak, Samarinda, Sorong, Ternate.
Jenis Gerhana ini adalah gerhana Matahari Total, namun di Indonesia, bulan hanya akan menutup sebagian kecil dari matahari. Jika ingin melihat gerhana matahari total ini secara full, anda bisa ke Shanghai, karena disana, Bulan akan menutupi seluruh bagian matahari.
3. Gerhana Matahari 15 Januari 2010
Fenomena alam ini cuman bisa dinikmatin oleh mereka yang tinggal di bagian utara dan barat Indonesia seperti: Balikpapan, Banda Aceh, Tanjungkarang Telukbetung, Bandung, Banjarmasin, Bengkulu, Jakarta, Manado, Medan, Padang, Palembang, Palu, Pekanbaru, Pontianak, Samarinda, Semarang, Surakarta, Yogyakarta. Bagian Timur Indonesia sudah keburu malam ketika bayangan bulan melewati bagian sana. Sama halnya dengan gerhana Juli 2009, bulan cuma akan menutup sebagian matahari saja. Karena pusat jalur Gerhana Matahari ini melewati daerah India dan Cina sana, sehingga di Indonesia cuma kebagian sebagian kecil bayangan dari Bulan.

Buat Teman-teman laksanakanlah Shalat Gerhana ya... karena itu sunnah Nabi Muhammad Saw.

WE WILL NOT GO DOWN

WE WILL NOT GO DOWN (Song for Gaza)
(Composed by Michael Heart)
Copyright 2009
A blinding flash of white light
Lit up the sky over Gaza tonight
People running for cover
Not knowing whether they’re dead or alive
They came with their tanks and their planes
With ravaging fiery flames
And nothing remains
Just a voice rising up in the smoky haze
We will not go down
In the night, without a fight
You can burn up our mosques and our homes and our schools
But our spirit will never die
We will not go down
In Gaza tonight
Women and children alike
Murdered and massacred night after night
While the so-called leaders of countries afar
Debated on who’s wrong or right
But their powerless words were in vain
And the bombs fell down like acid rain
But through the tears and the blood and the pain
You can still hear that voice through the smoky haze
We will not go downIn the night, without a fight
You can burn up our mosques and our homes and our schools
But our spirit will never die
We will not go down
In Gaza tonight

Gaza... Gazaa

Sabtu 17 Januari 2008, balatentara Israel masuk kota Gaza. Tidak ada lagi perlawanan Mujahid Palestina, khususnya Hamas, yang dapat menghambat laju kendaraan lapis baja Israel.
Serangan udara berhenti dan tidak ada lagi fosfor berhamburan di angkasa. Semua seolah sudah selesai. Korban mungkin bertambah sebagai akibat pemboman sebelumnya dan bukan serangan yang baru. Israel memutuskan gencatan senjata pada Minggu pukul 02 pagi waktu Gaza (OO.OO GMT).
Singkatnya, Israel berhak mengklaim keberhasilannya meluluhlantakkan Gaza. Menghancurkan segalanya dan membunuh lebih dari seribu manusia. Sebuah prestasi kezaliman yang dipertontonkan dihadapan dunia yang beradab.
Tapi begitulah yang terjadi. Tidak ada satupun yang dapat menghentikan kebuasan mereka. Tidak PBB, tidak Liga Arab, tidak Uni Eropa dan atau apalagi Indonesia.
Boleh jadi Amerika bangga melihat karya bengis bangsa Yahudi. Sebagaimana ditunjukkan Walikota New York. Dan inilah hadiah terindah bagi George Walker Bush sebelum mengakhiri kekuasaannya.
Semua sudah berlalu. Setidaknya untuk sementara ini. Mujahid Palestina yang diwakili HAMAS dengan sangat terpaksa mengakui keunggulan peralatan tempur Israel dan bukan kemampuan tempur tentaranya, IDF.
Mujahid Palestina tidak dapat berbuat banyak menghadapi gempuran udara, laut dan darat dari segala penjuru. Sejak 27 Desember 2008 hingga 17 Januari 2009 atau 22 hari, setidaknya tercatat 1206 jiwa syahid, termasuk 410 anak-anak. Dan sekitar 5300 orang terluka.
Sementara Mujahid Palestina hanya memiliki roket yang tidak mematikan bagi pihak lawan. Tidak lebih dari 13 manusia Israel yang tewas.
Tapi inilah realita yang harus dihadapi bangsa Palestina. Sebuah pelajaran pahit yang kerap terulang dalam perjalanan sejarahnya.
Pada awalnya PLO begitu kuat, kukuh dan tidak tergoyahkan. Tetapi kemudian pecah menjadi 2 kelompok yang saling bertentangan, Fatah dan Hamas. Fatah mengakui Israel dan Hamas hendak menghapus Israel dari Peta Bumi.
Sungguh berat perjuangan Hamas. Meski semangat dan idealismenya begitu kuat tercantum dalam Piagam Hamas, namun lagi-lagi angkatan perangnya tidak didukung peralatan modern. Bahkan meskipun mendapat sokongan dari Negara lain. Tetap tidak mampu menandingi Israel yang didukung Amerika.
Hamas menghadapi dilema pula dengan Mesir yang memiliki hubungan diplomatik dengan Israel yang dengan sendirinya mengakui keberadaan Negara Yahudi itu.
Tentu saja Mesir tidak menginginkan korban berjatuhan di kalangan bangsa Palestina. Tetapi Mesir tidak mungkin pula mendukung Hamas yang tidak mengakui Israel.
Mesir hanya berupaya keras agar tidak ada lagi genosida di Gaza. Dan itu hanya bisa dilakukan dengan menekan Hamas untuk tidak melontarkan roketnya ke Israel.
Tentu saja dilema berat bagi Mesir melihat saudaranya sesama Muslim menjadi korban kekejian Israel.
Tetapi saya menilai, genosida di Gaza ini berakhir lantaran peran Mesir yang berhasil membujuk Israel untuk tidak meneruskan aksi barbarnya. Tentu dengan sejumlah persyaratan yang diajukan Israel dan harus disetujui Hamas. Begitupula sebaliknya.
Meski tentu saja persyaratan yang diajukan Hamas, seperti mundurnya Israel dari Gaza dan pembukaan perbatasan, tidak terlalu digubris Israel. Tetapi setidaknya, Hamas tidak melontarkan roket lagi ke Israel.
Demikianlah, arena pembunuhan yang sangat mengerikan terjadi di awal tahun baru 1430 Hijriah dan tahun baru 2009 Masehi. Ribuan nyawa menjemput syahid dan ribuan lagi masih menderita luka pedih tak terperikan.
Masyarakat negeri ini, negeri tercinta Indonesia, nyaris menjadi penonton setia televisi. Sekadar menyaksikan hari demi hari, malam demi malam, tontonan pembunuhan manusia di negeri para Nabi itu.
Tetapi yang sungguh sangat menyakitkan. Ketika tahun baru Masehi tiba, segala rupa aneka hiburan tetap meriah. Tidak ada yang sepi. Semua ramai membakar kembang api dan bergembira. Di Ancol pun goyang dangdut Rhoma Irama tetap nyaring bergema, meski pada saat yang sama ribuan orang meregang nyawa di Gaza.
Hotel-hotel penuh. Diskotek ramai pengunjung. Kemesuman dan perzinahan berlangsung seperti biasanya. Meski pada saat yang sama, saudara-saudaranya di Palestina berteriak-teriak ketakutan, kesakitan.
Bahkan yang sungguh sangat menyakitkan. Ketika ada ribuan orang melakukan aksi demonstrasi menentang kezaliman bangsa Yahudi, aksi itu malah dituduh mendahului kampanye. Sesuatu yang diharamkan pemerintah. Malang benar PKS. Niatan yang tulus tidak selalu dianggap baik bagi yang lain.
Entahlah. Sejujurnya saya bingung. Bentuk kepedulian macam apa yang pantas ditunjukkan untuk memperlihatkan sekadar solidaritas terhadap bangsa Palestina yang sedang teraniaya itu. Membawa bendera sebuah partai dianggap salah. Lalu bagaimana dengan partai yang lain? Diam. Khawatir melanggar aturan atau memang tidak peduli?
Padahal pemerintah negeri ini pun seolah terkesan berbisik saja melihat pembantaian di Gaza. Tidak ada suara keras atau kecaman yang menentukan. Tidak mengirim menteri luar negeri ke Amerika untuk membujuk pemerintah adidaya itu agar Israel mau menghentikan kejahatannya. Atau mengirim menteri yang lain ke Eropa untuk maksud yang sama. Yang ada malah sibuk memuji keberhasilan diri sendiri. Ah, Andi Mallarangeng. Anda gemar memuji.
Benar bahwa Alwi Shihab, ketua DPR dan Ketua MPR mencari solusi dengan mengunjungi Timur Tengah. Tetapi eksekutif negeri ini tidak mengunjungi Amerika atau Eropa untuk mencari solusi yang sama. Dan tidak sekadar menelpon ke Perancis atau berkirim surat ke PBB yang tentunya kurang berarti bobot nada dan kualitasnya.
Negeri ini memang sedang sibuk dengan naik dan turunnya BBM, kekurangan gas, dan sejumlah masalah pelik menyangkut korupsi yang tidak berkesudahan.
Negeri ini juga sedang sibuk menyambut hajat besar di bulan April. Para calon legislatif yang sedang mempersiapkan diri agar dikenal publik dan rela mengucurkan tabungannya untuk supaya dikenal publik. Baliho, spanduk, dan stiker bertebaran di tepi jalan mempertontonkan gambar diri dan rangkaian janji palsu.
Mereka tidak bersuara untuk saudaranya di Palestina. Iklan televisi bahkan memanipulasi naik turunnya BBM. Sungguh aneh memang. Tetapi memang itulah yang terjadi.
Ketika kekejaman berhenti sementara di Gaza, tentu masyarakat negeri ini bersyukur. Dan para petinggi negaranya tersenyum. Persiapan menyambut hajat Pemilu tidak terganggu. Semua berjalan sesuai rencana.
Sesungguhnya, dalam pandangan saya, kita memang tidak pernah sungguh-sungguh peduli dengan bangsa Palestina. Kecuali tentu di masyarakat saja. Sementara para pengambil kebijakan Negara, eksekutif dan legislatif, cenderung tidak terlalu antusias menanggapinya. Bahkan sikap yang tidak populer pun dipertunjukkan. Seperti menginginkan Israel dikeluarkan dari PBB. Sungguh suatu yang mustahil sebab Israel didukung banyak Negara di Bumi ini.
Tetapi tentu kita bersyukur dengan kepedulian masyarakat terhadap penderitaan di Gaza. Sumbangan dan bantuan mengalir deras. Satu untuk Palestina yang dimotori TV One sangat menggugah nurani kita semua. Para Dokter yang telah lebih dulu menuju Timur Tengah sungguh mulia. Para jurnalis negeri ini yang meliput langsung di arena perang sungguh patut dihargai keberaniannya.
Anak-anak sekolah dasar yang berdemonstrasi di sekolahnya pun sangat menyentuh. Mereka wajib mengetahui penderitaan anak-anak seusianya di Palestina. Nurani mereka harus dibangun untuk saling peduli dengan sesama manusia. Dan bukan berarti memindahkan urusan orang dewasa kepada anak kecil sebagaimana yang diduga Kak Seto.
Kita bersyukur jutaan manusia di Bumi menentang kebiadaban Israel. Kita kagum terhadap sikap Eva Morales dan Hugo Chavez. Sebuah keberanian melawan terorisme negara. Kezaliman harus dihapuskan.
Wahai Rakyat Palestina. Maafkan kami yang tidak berdaya membantu penderitaanmu.
Wahai Rakyat Palestina. Maafkan kami yang tidak berdaya mengurangi penderitaanmu.
Semoga Allah Subhanahu Wata’ala memberkahi perjuanganmu. Amin.Ya Robbal Alamin
Demikianlah pada akhirnya.
BaNi MusTajaB

Kamis, 15 Januari 2009

Kekasih

Sebuah Keniscayaan
Bicara tentang kekasih, identik dengan berbicara tentang cinta. Sesuatu yang dicintai dan dikasihi, dimakhlumi sebagai kekasih. Nabiyullah Ibrahim mendapat julukan Kholilullah (Kekasih Allah), artinya beliau mendapatkan cinta dan kasih sayang-Nya. Cinta yang hakiki-murni-sejati adalah cinta pada Dia, Dzat Maha Suci yang secara realitas telah memberi segala yang kita rasakan sekarang. Cinta hakiki adalah cinta pada dzat yang mencintai kita.
Betapa tidak, hanya dialah yang memberikan segalanya pada kita. Tengok saja segala yang kita miliki, semuanya berasal dari Allah SWT. Semua yang kita gunakan adalah milik-Nya, lalu atas dasar kasih-Nya Dia mengijinkan kita untuk menggunakan semua itu. Hakekatnya, badan, tanah, rumah, kendaraan, kekayaan, jabatan dan segala hal yang kita gunakan bukanlah milik hakiki kita. Itu adalah milik Allah SWT yang atas cinta-Nya dibolehkan untuk kita gunakan sehingga menjadi milik' kita didunia. Bukti konkret bahwa semua itu bukan milik hakiki kita, hanya milik' sementara saja, adalah ketika siapapun meninggal maka semua itu tidak dibawanya. Badan hancur lebur dimakan bakteri; tanah, rumah, kendaraan, dan kekayaan tidak ikut dikubur, semuanya diwariskan. Jabatan juga hanya tinggal sebutan. Satu-satunya jabatan yang melekat adalah : MAYAT
Semua yang kita punya berasal dari Allah SWT. Saya percaya, anda pernah berpikir mengapa anda dapat membaca buku ini ? sebab, anda punya energi yang diolah dari makanan beserta indera yang dimiliki. Padahal, proses terbentuknya energi dari makanan itu melalui suatu proses metabolisme yang canggih. Siapakah yang menjadikan proses metabolisme sejak lahir dalam diri kita ? kitakah? Bukan! Allah SWT. Dengan penuh cinta memberikannya kepada kita sejak bayi. Tanpa metabolisme, kita tak berdaya apa-apa. Organ tubuh kita dengan fungsinya masing-masing, kitakah yang membuatnya? Tentu, bukan! Allah SWT. Menciptakannya untuk kita gunakan. Kita makan nasi, siapakah yang membuat padinya? Petani ? kita, tentu, akan mengatakan : bukan, petani hanyalah menanamรฏ. Allah SWT. Memang sengaja menciptakan padi untuk kita makan. Dia telah berjanji memberi rizki pada setiap makhluknya. Pakaian yang kita kenakan berasal dari benang, dan benang berasal dari kapas, siapakah yang menjadikan pohon kapas? Bukan siapapun melainkan Allah SWT. Setiap apapun yang kita gunakan, terang sekali ciptaan Allah SWT. Tak ada sesuatu apapun yang kita miliki dan gunakan kecuali berasal dari Allah Dzat Maha Sayang. Kita tak punya daya dan upaya tanpa Allah SWT, la hawla wa la quwwata illa billah . Semua itu merupakan wujud sifat kasih sayang Allah SWT ( Ar rahman ) yang dia berikan kepada kita.
Realitas menunujukkan tidak ada siapapun yang mencintai kita memberi segala yang kita punyai dan kita butuhkan selain Allah Pencipta kita. Kecintaan Allah SWT. Nampak begitu nyata. Bila demikian, maka sangat rasional bila saya, anda, dan siapapun ingin menjadi kekasih-Nya. Ingin menumpahkan cinta kita kepada-Nya. Kehendak menjadi kekasih Allah SWT. Dan mencurahkan kecintaan kepada-Nya sungguh merupakan keniscayaan bagi mereka yang menyadari sebagai hamba Allah Dzat Maha Pemberi.
Wujud cinta tersebut umumnya teraplikasi setidaknya dalam tiga bentuk. Pertama, lebih mementingkan perintah kekasihnya dari pada perintah yang lain; kedua, lebih mementingkan pertemuan dengan kekasihnya dibanding dengan yang lain; dan ketiga, lebih mementingkan mendapat keridhoan kekasihnya dari pada mendapatkan keridhoan yang lainnya. Karenanya, untuk mengecek apakah kita sudah menjadikan Allah SWT sebagai kekasih sejati atau belum mestinya kita mengecek sudahkah kita selalu taat pada perintah-Nya ? sudahkah selalu ingin bertemu dengan-Nya dalam peribadatan? Sudahkah mengharapkan keridhoan hanya dari-Nya? Kepada hukum Allah ataukah hukum thaghut? Jika jawabannya belum, maka tidak salah bila saat ini nurani anda bergumam: sombong sekali engkau wahai jiwaku! sekalipun demikian, sampai sekarangpun belum terlambat untuk menjadikan-Nya al-Mahbub (yang dicintai). Yakinlah, kita dapat menjadi kekasih-Nya hingga nama kita senantiasa disebut-sebut di kalangan para malaikat.
Satu hal yang penting dicatat, tidak mungkin Allah SWT menyayangi dan mengasihi kita dalam keridhoan-Nya bila kita sendiri tidak mencintai-Nya. Inilah kiat pertama yang mutlak dilakukan: Jadikanlah Allah sebagai kekasih kita, niscaya kita akan menjadi kekasih-Nya. Katakanlah:Jika kalian (benar-benar) mencintai Allah, ikutilah aku, niscaya Allah mengasihi dan mengampuni dosa-dosa kalian. Allah Maha Pengampun lagi Maha Penyayang . Begitu firman Allah SWT dalam surat Ali Imron [3] ayat 31.
Seorang muslim, apalagi pengemban dakwah, sudah sepatutnyalah menjadikan cinta tertingginya untuk Allah SWT. Karena dia adalah penyebar ajaran-ajaran-Nya. Dengan demikian ia akan menjadi uswah dan qudwah bagi masyarakat obyek dakwahnya. Sulit dibayangkan seseorang mengajak orang lain untuk mencintai Allah SWT bila dia yang mengajaknya tidak menjadikan Allah SWT sebagai kekasihnya. Jadi, keimanan dan tanggung jawab ini akan mendorong setiap mukmin pengemban dakwah terus berusaha untuk mencintai sekaligus dicintai oleh Allah.
Renungan
Itulah beberapa hal yang dapat membimbing kita untuk menjadi kekasih Allah SWT. Siapapun yang telah mencurahkan cintanya kepada Allah SWT dan berhasil menjadi kekasih-Nya, niscaya hasilnya akan kembali kepada dirinya sendiri. Ini adalah janji Allah SWT yang disampaikan oleh Nabi SAW.
Suatu waktu Rasulullah SAW bersabda bahwasannya Allah Ta'ala berfirman : Barangsiapa yang memusuhi kekasih-Ku maka aku menyatakan perang kepadanya. Sesuatu yang paling kusukai dari apa yang dikerjakan oleh hamba-Ku untuk mendekatkan diri kepada-Ku adalah bila ia mengerjakan oleh apa yang telah Kuwajibkan kepadanya. Seseorang itu akan senantiasa mendekatkan diri kepada-Ku dengan mengerjakan kesunatan-kesunatan sehingga Aku mencintainya. Apabila Aku mencintainya maka Aku merupakan pendengaran yang ia pergunakan untuk mendengarnya, Aku merupakan penglihatan yang ia pergunakan untuk melihatnya, Aku merupakan tangan yang ia pergunakan untuk menyerangnya, dan Aku merupakan kaki yang ia pergunakan `untuk berjalan. Seandainya ia bermohon kepada-Ku pasti Aku akan mengabulkannya dan seandainya ia berlindung diri kepada-ku paasti aku akan melindunginya. ( HR.Bkuhari )
Semoga kita diberi kemudahan untuk menjadi kekasih Allah Pencipta Alam

Skenario Tim

1. Ka. Div Training : Iip Nashrullah
2. Trainer : Ahmad Subekti
Hilman Budiawan
Elly Nurmaningtyas
Mariska
Melisa Madjid
Budi Kusworo
Makrufiana
Gudiman
Saiful Ramadhan
Cece Agus Nuryadin
Hesty
Endah Septidayani
Umayah
Jaka Kurnia
Euis Mulyaningsih


4. Marketing : Bebeapa Mahasiswa Psikologi UIN
: Beberapa Mahasiswa BK UNJ
Tim Tutor dan Trainer dalam hal ini ikut membantu.

5. TIK : Bekti & Ibnu Muttakil


Hot line : 0852 139 25 808

Kualitas Pendidikan Terbaik di Dunia

KUALITAS PENDIDIKAN TERBAIK DI DUNIA Tahukah Anda negara mana yang kualitas pendidikannya menduduki peringkatpertama di dunia? Kalau Anda tidak tahu, tidak mengapa karena memangbanyak yang tidak tahu bahwa peringkat pertama untuk kualitas pendidikanadalah Finlandia. Kualitas pendidikan di negara dengan ibukota Helsinki,dimana perjanjian damai dengan GAM dirundingkan ini memang begitu luarbiasa sehingga membuat iri semua guru di seluruh dunia.Peringkat I dunia ini diperoleh Finlandia berdasarkan hasil surveiinternasional yang komprehensif pada tahun 2003 oleh Organization forEconomic Cooperation and Development (OECD). Tes tersebut dikenal dengannama PISA mengukur kemampuan siswa di bidang Sains, Membaca, dan jugaMatematika. Hebatnya, Finlandia bukan hanya unggul secara akademis tapijuga menunjukkan unggul dalam pendidikan anak-anak lemah mental.Ringkasnya, Finlandia berhasil membuat semua siswanya cerdas.Lantas apa kuncinya sehingga Finlandia menjadi Top No 1 dunia? Dalammasalah anggaran pendidikan Finlandia memang sedikit lebih tinggidibandingkan rata-rata negara di Eropa tapi masih kalah dengan beberapanegara lainnya.Finlandia tidaklah mengenjot siswanya dengan menambah jam-jam belajar,memberi beban PR tambahan, menerapkan disiplin tentara, atau memborbardirsiswa dengan berbagai tes. Sebaliknya, siswa di Finlandia mulai sekolahpada usia yang agak lambat dibandingkan dengan negara-negara lain, yaitupada usia 7 tahun, dan jam sekolah mereka justru lebih sedikit, yaituhanya 30 jam perminggu. Bandingkan dengan Korea, ranking kedua setelahFinnlandia, yang siswanya menghabiskan 50 jam permingguLalu apa dong kuncinya? Ternyata kuncinya memang terletak pada kualitasgurunya. Guru-guru Finlandia boleh dikata adalah guru-guru dengan kualitasterbaik dengan pelatihan terbaik pula.. Profesi guru sendiri adalahprofesi yang sangat dihargai, meski gaji merekatidaklah fantastis. Lulusan sekolah menengah terbaik biasanya justrumendaftar untuk dapat masuk di sekolah-sekolah pendidikan dan hanya 1 dari7 pelamar yang bisa diterima, lebih ketat persaingainnya ketimbang masukke fakultas bergengsi lainnya seperti fakultas hukum dan kedokteran!Bandingkan dengan Indonesia yang guru-gurunya dipasok oleh siswa dengankualitas seadanya dan dididik oleh perguruan tinggi dengan kualitasseadanya pula. Dengan kualitas mahasiswa yang baik dan pendidikan danpelatihan guru yang berkualitas tinggi tak salah jika kemudian merekadapat menjadi guru-guru dengan kualitas yang tinggi pula.Dengan kompetensi tersebut mereka bebas untuk menggunakan metode kelasapapun yang mereka suka, dengan kurikulum yang mereka rancang sendiri, danbuku teks yang mereka pilih sendiri. Jika negara-negara lain percaya bahwaujian dan evaluasi bagi siswa merupakan bagian yang sangat penting bagikualitas pendidikan, mereka justru percaya bahwa ujian dan testing itulahyang menghancurkan tujuan belajar siswa. Terlalu banyak testing membuatkita cenderung mengajar siswa untuk lolos ujian, ungkap seorang guru diFinlandia. Padahal banyak aspek dalam pendidikan yang tidak bisa diukurdengan ujian. Pada usia 18 th siswa mengambil ujian untuk mengetahuikualifikasi mereka di perguruan tinggi dan dua pertiga lulusan melanjutkanke perguruan tinggi.Siswa diajar untuk mengevaluasi dirinya sendiri, bahkan sejak Pra-TK! Inimembantu siswa belajar bertanggungjawab atas pekerjaan mereka sendiri,kata Sundstrom, kepala sekolah di SD Poikkilaakso, Finlandia. Dan kalaumereka bertanggungjawab mereka akan bekeja lebih bebas.Guru tidak harusselalu mengontrol mereka.Siswa didorong untuk bekerja secara independen dengan berusaha mencarisendiri informasi yang mereka butuhkan. Siswa belajar lebih banyak jikamereka mencari sendiri informasi yang mereka butuhkan. Kita tidak belajarapa-apa kalau kita tinggal menuliskan apa yang dikatakan oleh guru. Disiniguru tidak mengajar dengan metode ceramah, Kata Tuomas Siltala, salahseorang siswa sekolah menengah. Suasana sekolah sangat santai danfleksibel. Terlalu banyak komando hanya akan menghasilkan rasa tertekandan belajar menjadi tidak menyenangkan, sambungnya.Siswa yang lambat mendapat dukungan yang intensif. Hal ini juga yangmembuat Finlandia sukses. Berdasarkan penemuan PISA, sekolah-sekolah diFinlandia sangat kecil perbedaan antara siswa yang berprestasi baik danyang buruk dan merupakan yang terbaik menurut OECD.Remedial tidaklah dianggap sebagai tanda kegagalan tapi sebagai kesempatanuntuk memperbaiki. Seorang guru yang bertugas menangani masalah belajardan prilaku siswa membuat program individual bagi setiap siswa denganpenekanan tujuan-tujuan yang harus dicapai, umpamanya: Pertama, masukkelas; kemudian datang tepat waktu; berikutnya, bawa buku, dlsb. Kalaumendapat PR siswa bahkan tidak perlu untuk menjawab dengan benar, yangpenting mereka berusaha.Para guru sangat menghindari kritik terhadap pekerjaan siswa mereka.Menurut mereka, jika kita mengatakan "Kamu salah" pada siswa, maka haltersebut akan membuat siswa malu. Dan jika mereka malu maka ini akanmenghambat mereka dalam belajar. Setiap siswa diperbolehkan melakukankesalahan. Mereka hanya diminta membandingkan hasil mereka dengan nilaisebelumnya, dan tidak dengan siswa lainnya. Jadi tidak ada sistemranking-rankingan. Setiap siswa diharapkan agar bangga terhadap dirinyamasing-masing.Ranking-rankingan hanya membuat guru memfokuskan diri pada segelintirsiswa tertentu yang dianggap terbaik di kelasnya. Kehebatan sistempendidikan di Finlandia adalah gabungan antara kompetensi guru yangtinggi, kesabaran, toleransi dan komitmen pada keberhasilan melaluitanggung jawab pribadi. Kalau saya gagal dalam mengajar seorang siswa,kata seorang guru, maka itu berarti ada yang tidak beres dengan pengajaransaya! Benar-benar ucapan guru yang sangat bertanggungjawab.Diambil dari : "Top of the Class" - Fergus Bordewich

Senin, 12 Januari 2009

Cinta Itu...


Cinta Itu...
Gimana pun juga, tema cinta tuh emang everlasting alias kagak ada matinye. Oya, ada beberapa penjelasan tentang cinta. Kamu kayaknya nggak ada salahnya kalo tahu soal ini. Oke, biar nggak makan banyak tempat dan ngebusa mulu di prolognya, kita jembrengin dan pretelin satu per satu tentang karakter cinta ini. Siap ya. Go!
Cinta=perasaan sekaligus akal sehatBro, benar banget. Cinta emang soal rasa. Meski demikian, bukan berarti akal sehat ditaro di dengkul dong. Oya, karena cinta tuh sangat luas, maka penampakkannya juga ngikuti naluri yang dimiliki manusia. Misalnya aja nih, orang bisa cinta mati sama benda, juga bisa cinta sama Allah Swt, RasulNya, ortunya, kaum muslimin secara umum, dan juga sama lawan jenis. Cinta emang luas, Bro.
Betul banget, kita jatuh cinta dengan hati. Tapi agar tidak menimbulkan kekacauan di kemudian hari, kita diharapkan untuk juga menggunakan akal sehat. Bohong besar deh kalau kita bisa jatuh cinta dengan begitu saja tanpa bisa mengelak. Yang sesungguhnya terjadi, proses jatuh cinta dipengaruhi tradisi, kebiasaan, standar, gagasan, dan ideal kelompok dari mana kita berasal.
Nol besar pula kalau kita merasa boleh berbuat apa saja saat jatuh cinta, dan tidak bisa dimintai pertanggungan jawab bila perbuatan-perbuatan impulsif alias memperturutkan Mr.HN itu berakibat buruk suatu ketika nanti. Kehilangan perspektif bukanlah pertanda kita jatuh cinta, melainkan sinyal kebodohan. Waduh sadis banget bahasane.
Jadi nih, akal sehat tetap kudu kita jadikan pertimbangan juga biar nggak nyelenong ngikutin perasaan aja. Bisa bahaya besar, tuh!
Cinta membutuhkan prosesSetuju banget deh. Cinta emang butuh proses. Butuh waktu agar bisa tumbuh perasaan satu sama lain. Ini khususnya cinta dengan lawan jenis ya. Eh, kalo pun ada orang yang love at first sight, tentunya bukan cinta namanya, tapi ketertarikan. Karena ketertarikan orang bisa dengan begitu mudah muncul manakala ada obyek yang memang menurutnya menyenangkan. Tapi cinta nggak begitu ternyata. Cinta itu tumbuh, berkembang dan merupakan emosi yang kompleks,kata Bowman, salah seorang pakar psikologi.
Sobat, untuk tumbuh dan berkembang, cinta membutuhkan waktu. Jadi emang nggak mungkin kita mencintai seseorang yang tidak ketahuan asal-usulnya dengan begitu aja. Cinta nggak pernah menyerang tiba-tiba, nggak juga jatuh dari langit. Cinta datang kalo udah saling kenal dan memahami pribadi masing-masing meski nggak terlalu detil. Jadi, minimal emang kenal dulu: siapa sih si dia itu?
Itu sebabnya, cinta insya Allah bisa aja tumbuh kalo kita terus ketemu dan saling komunikasi. Teman dekat yang saling mencintai, itu hanya bisa dicapai setelah kedua partner itu lama hidup bersama. Sehingga tahu kebiasaannya masing-masing, tahu makanan favoritnya, warna kesukannya, sampe tahu jadwal tidurnya, tahu tempat nongkrongnya, dan segala hal yang berkaitan dengannya.
Begitu pun kalo kita mencintai Islam, akan semakin lengket dan bahkan bangga dengan Islam ketika kita udah lama รข€˜berkenalan (baca: belajar) dengan Islam. Nggak mungkin tumbuh cinta kepada Islam kalo kitanya aja nggak berusaha mengenal lebih dalam tentang Islam dengan cara mempelajarinya. Setuju nggak?
So, kalo ada orang bisa jatuh cinta pada saat ketemuan pertama kali, sebenarnya bukan sedang jatuh cinta tuh, tapi sedang tertarik satu sama lain dengan ketertarikan yang amat sangat luar biasa. Hal ini perlu ditindaklanjuti, yakni dengan berusaha untuk mengenal lebih dekat dan lebih dekat lagi. But, kudu tahu rambu-rambu juga dong kalo urusannya dengan lawan jenis yang bukan mahram. Sebab, nggak bisa bebas sesuka kita tuh. Boleh kenalan lebih dalam, kalo niatnya emang untuk menikah degannya. Ssstt... kalo untuk pacaran? Hah? Hari gini masih pacaran? Nggak lha yauw!
Cinta itu konstruktifWell, kita kayaknya kudu setuju nih kalo cinta itu emang konstruktrif. Eh, jangan-jangan ada teman kita (atau kita sendiri?) yang mendadak jadi kreatif, ngedadak jadi suka pake wangi-wangian biar nggak BB, ngedadak juga jadi senang baca novel cinta. Padahal, sebelum tertarik dengan salah seorang dari lawan jenis, mandi sekali sehari aja udah untung banget. Wah, kok males mandi sih, Bro?
Boys and gals, seseorang yang mencintai bisa berbuat sebaik-baiknya demi kepentingan sendiri sekaligus demi (kebanggaan) pasangan. Dia bakalan berani berambisi, bermimpi konstruktif, dan merencanakan masa depan. Wuih, keren banget deh.
Eit, tapi tunggu dulu. Sebab, ada juga orang ketika jatuh cinta ternyata malah amburadul. Kok bisa sih? Hmm... orang model gini, bukannya berpikir dan bertindak konstruktif, tapi dia malah kehilangan ambisi, nafsu makan, dan minat terhadap masalah sehari-hari. Doi cuma memikirkan kesengsaraan pribadi. Impiannya pun tak mungkin tercapai. Bahkan impian itu bisa menjadi pengganti kenyataan. Parah banget, Bro!
Kalo ada orang yang jatuh cinta tapi malah bikin lemah dan loyo kayak gini, berarti dia belum mampu memaknai cinta. Jangan-jangan lebih banyak ngelamunnya karena terjerat mimpi-mimpi indah kalo sampe mencintai lawan jenis yang dia idamkan itu. Padahal, yang namanya cinta nggak begitu kok. Cinta itu konstruktif. Bisa membangun segala daya cipta dan kreativitas kita. Suer!
Cinta tak melenyapkan semua masalahKonon kabarnya, penganut faham romantik percaya banget bahwa cinta bisa mengatasi masalah. Seakan-akan cinta itu obat bagi segala penyakit. Kemiskinan dan banyak problem lain diyakini bisa diatasi dengan berbekal cinta belaka. Faktanya, cinta nggaklah seajaib itu. Cinta hanya bisa membuat sepasang kekasih (suami-istri) berani menghadapi masalah. Permasalahan seberat apapun mungkin didekati dengan jernih agar bisa dicarikan jalan keluar. Orang yang tengah mabuk kepayang berarti nggak benar-benar mencinta-cenderung membutakan mata saat tercegat masalah. Alih-alih bertindak dengan akal sehat, dia mengenyampingkan problem. Betul nggak?Maka, kalo misalnya kita mo nikah, selain cinta tentu kudu ada persiapan ilmu, mental, dan juga jaminan untuk nafkahnya, lho. Kalo modalnya cinta doang, harus dipertanyakan tuh, sebab menikah bukan cuma modal cinta. Suer. Kalo nggak punya beras, apa cukup dengan cinta? Nggak kan? Cinta tuh hanya akan memotivasi kita untuk mencari jalan keluar supaya bisa dapetin beras. Misalnya, bisa dengan nyari pinjeman uang, atau ngutang dulu ke warung sebelah, bahkan banyak juga orang yang kemudian dapetin beras spanyol alias separo nyolong (hehehe.. kalo yang terakhir ini sih jangan kamu lakuin deh)
Cinta cenderung konstanYa, cinta itu bergerak konstan, sobat. Maka kita patut curiga bila grafik perasaan kita pada sesuatu atau kekasih (suami-istri or calon suami dan calon istri) yang kita cintai tuh turun-naik sangat tajam. Kalau saat jauh kita merasa kekasih lebih hebat dibanding saat bersama, itu pertanda kita mengidealisasikannya, bukan melihatnya secara realistis.
Lantas saat kembali bersama, kita memandang kekasih dengan lebih kritis dan hilanglah segala bayangan hebat itu. Sebaliknya berhati-hatilah bila kita merasa kekasih hebat saat kita berdekatan dengannya dan tidak lagi merasakan hal yang sama saat dia jauh. Hal sedemikian menandakan kita terkecoh oleh daya tarik fisik. Cinta terhitung sehat bila saat dekat dan jauh dari pasangan (baca: suami-istri), kita menyukainya dalam kadar sebanding.
Nah, begitupun kalo kita mencintai Allah Swt, RasulNya, dan juga Islam. Cinta kita bisa dibilang hebat kalo sinyalnya terus-menerus kuat. Nggak ada blank spot-nya. Di mana pun selalu ada sinyal kecintaan kita kepada Allah Swt., RasulNya, dan juga Islam. Cirinya apa? Contoh cinta kepada Allah Swt. Pas kita lagi seneng, tetap inget sama Allah Swt. Lagi sedih juga selalu inget sama Allah Swt. Kalo sebaliknya? Berarti cinta kita nggak konstan. Kalo nggak konstan berarti ada yang error. Jadinya bisa kena sindir Allah Taala deh dalam firmanNya:
Dan di antara manusia ada orang yang menyembah Allah dengan berada di tepi; maka jika ia memperoleh kebajikan, tetaplah ia dalam keadaan itu, dan jika ia ditimpa oleh suatu bencana, berbaliklah ia ke belakang (menjadi kafir). Rugilah ia di dunia dan di akhirat. Yang demikian itu adalah kerugian yang nyata. (QS al-Hajj [22]: 11)
So, cinta tuh seharusnya memang konstan. Kalo turun-naik grafiknya perlu dipertanyakan. Yuk, kita muhasabah diri. Oke?
Cinta tak bertumpu pada daya tarik fisikDalam hubungan cinta dengan lawan jenis, daya tarik fisik bisa jadi penting. Tapi bahaya bila kita menyukai lawan jenis hanya sebatas fisik dan membencinya untuk banyak faktor lainnya. Saat jatuh cinta, kita menikmati dan memberi makna penting bagi setiap kontak fisik. Kontak fisik, ketahuilah sobat, itu hanya terasa menyenangkan bila kita dan pasangan (baca: suami-istri) saling menyukai pribadi masing-masing. Maka bukan cinta namanya, melainkan nafsu, bila kita menganggap kontak fisik hanya memberi sensasi menyenangkan tanpa makna apa-apa. Dalam cinta, afeksi alias perasaan terwujud belakangan saat hubungan kian dalam antara sepasang suami-istri. Sedang nafsu menuntut pemuasan fisik sedari permulaan. Waspadalah buat yang masih senang pacaran. Sebab kontak fisik sering terjadi, sementara hal itu dinilai sebagai maksiat karena belum terikat tali pernikahan. Betul?
Cinta merhatiin kelanjutan hubunganOrang yang benar-benar mencinta memperhatikan perkembangan hubungan dengan kekasihnya (baca: suami-istri atau calon suami dan calon istri). Dia bakal menghindari segala hal yang mungkin aja ngerusak hubungan. Sebisa mungkin dia melakukan tindakan yang bisa memperkuat, mempertahankan, dan memajukan hubungan.
But, orang yang sedang tergila-gila mungkin saja berusaha keras menyenangkan kekasih. Namun usaha itu semata-mata dilakukan agar kekasih menerimanya, sehingga tercapailah kepuasan yang diincar. Orang yang mencinta akan menyenangkan pasangan (yakni suami atau istri dan juga calon suami or calon istri) untuk memperkuat hubungan. Sip deh!
Cinta berani melakukan hal menyakitkan Selain berusaha menyenangkan kekasih (suami-istri atau calon suami dan calon istri), orang yang sungguh-sungguh mencinta memiliki perhatian, keprihatinan, pengertian, dan keberanian untuk melakukan hal yang tidak disukai kekasih demi kebaikan. Seperti seorang ibu yang berkata tidaksaat anaknya minta es krim, padahal sedang flu.Begitu juga ketika kita berani menegur sahabat kita saat dia melakukan maksiat, meski risikonya harus mendapat bencinya--dan itu menyakitkan, itulah cinta. Semoga pengenalan beberapa hal tentang cinta ini bisa menjadi inspirasi kita untuk lebih bersih dalam mencintai, yakni taat aturan Allah Swt. Berbahagialah karena kita memiliki cinta. Sumber tidak diketahui...

Jumat, 09 Januari 2009

Life Raft



Bersikap disiplin dalam menentukan prioritas dan pengambilan keputusan. Pemimpin memiliki disiplin.Durasi : 2 – 3 menit per pesertaPeralatan : Tidak AdaJumlah Peserta : <>

Ketika Cinta dikalahkan Cinta


Ketika Cinta dikalahkan Cinta
" Ma'af Dit, aku tak bisa ". Suasana seakan tak ada kehidupan, hanya terdengar suara lembut angin yang menusuk pori-pori kulitku. Bukan karena kesunyian yang membuatku terpaku, tapi....
" Dit, anterin ke gramedia yuk ? " suara itu telah menjemputku dari dunia lamunan.
" Eh....siang bolong gini bengong, entar kesambet loh ". Aku hanya membalas dengan senyuman. Hasan, dialah sahabat baruku yang kukenal
dikost ini yang telah membawaku pada perubahan. " Yuk ! " jawabku singkat.
Dalam perjalanan tak henti-hentinya Hasan menggodaku yang dari tadi hanya diam. " Lagi mikirin apaan sih Dit ?, ngelamun mulu ntar cepet tua loh......" mata melotot dan kerut keningnya adalah ciri khas ketika sedang meledekku. " Ga ada apa-apa " hanya senyuman yang terakhir dari kata itu.
" ooo......ya udah klo ga mau cerita ".
Dua bulan sudah kenanganku terkubur, namun kini entah kenapa muncul kembali setelah kemarin malam memimpikan dirinya. Kesunyian malam dan dinginnya malam tak lagi kurasakan karena hangatnya sinar rembulan mulai menemaniku malam itu untuk mengingat kenangan masa lalu. Entah mengapa mata ini sulit kupejamkan, seakan-akan didepanku hadir sesosok wanita yang tak asing bagiku. Dia melambaikan tangan dan bercanda ria dengan temannya.
Dialah gadis yang telah membangunkan cintaku. Sebut saja Rani, dia adalah sahabat Tari teman kampusku. Orangnya asik, mudah beradaptasi dengan teman baru walaupun aku sendiri agak canggung dengan yang namanya perkenalan dengan wanita. Perkenalan trus berlanjut, aku mulai memberanikan diri tuk mengajak dia jalan dan terkadang dia yang memintaku untuk mengantarkannya yang hanya sekedar mencari boneka. Kecanggunganku mulai sedikit hilang ketika dia mulai bercanda denganku dan mulai meminta pendapatku tentang masalah yang dihadapinya. Entah mengapa ketika bersamanya aku seakan-akan menemukan kebahagiaan yang selama ini telah hilang dalam hidupku. Ketika senja tiba, kuingin cepat menggantikan rembulan dengan matahari jika kubisa. Hari demi hari dia tak luput dari pikiranku, walaupun dia bukan satu kampus denganku tapi dia selalu menghubungiku via telpon dan itu membuat rasa rinduku terobati.
*~*
HPku berdering dan kuraih dengan malasnya, " siapa sih pagi-pagi gini ganggu orang yang lagi enak bermimpi " gumamku.
" Halo, Dit " suara itu tak asing lagi ditelingaku.
" Ya halo, ada apa Ran ? " kontan semangat dipagi itu timbul seketika mengalahkan sisa kantukku.
" Dit hari ini ada acara ga ? "
" mmm... kebetulan minggu ini ga ada acara, emang kenapa ? "
" Anterin aku jalan yuk ! " suara manjanya mulai muncul. Aku tersipu mendengar kata-kata itu dan tanpa pikir panjang kuterima ajakannya.
" Ayuk...yuk..., emang mo kemana ? "
" Semangat banget sih, anterin aku cari kado buat keponakanku trus anterin kerumahnya, mau ga ? "
" Boleh...buat kamu apa sih yang ga bisa " entah dari mana aku belajar bergombal terhadap wanita, padahal aku tipe cowo yang sulit berkomunikasi
dengan wanita.
" Ya udah nanti jam 09.00 jemput aku dirumah yah ! daaa... " tut...tut...tut...
Huuuu....... kurebahkan kembali badan ini dengan kegembiraan hati yang terpancar dipagi hari. Tak biasanya aku menyapa sang surya yang menebarkan
kehangatan sinarnya yang memberikan manfaat bagi tubuh manusia. Kegembiraan itu tak akan pernah kuhapus dalam memori kehidupanku.
*~*
Minggu itu aku menjemputnya sesuai permintaan dan aku mengantarkan mencari hadiah untuk keponakannya. Hampir semua toko mainan kami jelajahi dimall itu, tapi tak satupun mainan yang cocok untuk kami beli. Hampir kami putus asa, tapi keputusasaan itu hilang setelah kami melihat sebuah kotak yang berisi boneka yang paling disukai keponakannya. Tanpa ragu kami langsung menuju toko tersebut dan membelinya. Rasa capek, kantuk dan lelah telah menjadi satu, tapi perasaan itu entah mengapa terasa tak begitu pengaruh pada diriku. Sebelum pergi kerumah keponakannya, kami sempatkan untuk beristirahat dicafe dekat kami membeli boneka.
" Akhirnya setelah sekian lama kita mencari ........ fhuuuhhhh ! "
" Sok puitis deh ! " ledeknya sambil tersenyum kecil.
" Eh Ran mau makan apa ? "
" mmm .... aku ga makan deh " jawabnya singkat, mungkin rasa lelah telah menbuatnya kurang berselera makan.
" Ya udah klo gitu aku pesen minuman aja yah ? "
" Ok ! "
Sambil minum kami cerita dan saat itu entah mengapa hati ini mendapat dorongan untuk mengatakan sesuatu padanya.
" mmm......Ran, aku boleh mengatakan sesuatu ga ? tapi .... kamu janji jangan marah yah ? " rasa ragu mulai menyelimuti hatiku, tapi daya dorong ini semakin kuat.
" Tergantung " senyuman dibibirnya membuatku terpaku memandangnya. " Bicara aja lagi Dit, aku ga marah asal jangan bilang kalau kamu ga bisa anterin aku kerumah keponakanku, soalnya dari sini kan lumayan jauh dan aku udah capek "
" Bukan .... bukan itu, aku pasti anterin kamu kok ! "
" Trus apa dong ? jangan bikin Rani bingung deh "
" mmm ...... Ran mungkin aku konyol mengutarakan perasaan disaat seperti ini, tapi aku tidak bisa membendungnya lagi " ku beranikan tuk memulainya.
" maksudnya ? " kerut keningnya dan tatapan tajam tak luput dari penglihatanku.
" Ran ..... a ... aku mulai suka sama kamu " ku gigit bibir bawahku dan kutundukan pandangan. Tak berani kutatap wajahnya, aku takut melihat ekspresi
wajahnya setelah aku mengatakan hal itu.
Lama tak terjadi kontak bicara diantara kami. Tapi tak lama kemudian .....
" Dit, aku ngerti perasaan kamu, aku jadi merasa bersalah terlalu berlebihan dalam bergaul denganmu sehingga kamu berpikir bahwa selama ini penerimaan ajakanmu dan permintaan untuk mengantarku adalah atas dasar rasa suka padamu. Aku menganggap kamu sebagai sahabatku yang baik yang telah lama kucari selama ini. Kamu mau mendengarkan keluhanku dan menasehatiku. Jadi tak mungkin aku menerimamu sebagai pacarku, aku tak mau kehilanganmu Dit, sebab didalam pacaran ketika rasa cinta telah pudar maka kebencianlah yang berperan dan hal itu tak mau terjadi pada hubungan kita Dit. Jadi aku mohon padamu jadilah sahabatku bukan pacarku. Ma'afkan aku Dit, kamu bisa ngertikan perasaanku ? " penjelasan itu diakhiri dengan senyuman manisnya. Kuberanikan menatap wajahnya walaupun jeritan dan tangisan hati silih berganti. Kubalas senyumannya dan kuberanikan mengomentari.
" Ya sudah kalau itu memang pendapatmu, aku kan coba tuk nerimanya " kupaksakan bibir ini untuk senyum.
" Eh Ran udah sore nih, ntar kemaleman lagi kerumah ponakanmu " cepat kuganti pokok pembicaraan agar rasa sedih ini tak berlarut.
" Kamu ga marah kan Dit ? " dia menarik lenganku yang sudah siap berdiri. Kuanggukan kepalaku dengan senyuman yang berat dibibir.
Dalam perjalanan kerumah keponakannya hingga kembali kerumahnya tak satu katapun aktif keluar dalam bentuk pertanyaan ataupun canda. Hanya sedikit komentar dari setiap kata-kata yang dia berikan.
*~*
Kuayunkan langkahku menuju pintu kamar kostku. Berat, bukan berarti karena aku lelah atau rasa kantukku, tapi setelah kejadian siang tadi kebahagianku
sedikit mulai hilang. Kulihat sebelah kamarku ada kehidupan diwarnai terangnya lampu. " Ada pendatang baru " gumamku tapi tak kupedulikan.
" Assalamu 'alaikum " seketika aku berbalik dengan rasa kaget karena aku sedang mencari kunci kamarku diselingi dengan bayangan-banyangan kejadian siang tadi.
" Ya....Waalaikum salam "
" Ma'af kalau saya mengagetkan kamu, saya Hasan orang baru disini, salam kenal ma'af nama kamu siapa ? "
" nama saya Adit, ma'af yah saya capek jadi nanti aja perkenalannya "
" Ma'af kalau saya menganggu " Senyuman dibibirnya menggambarkan ketulusan hati.
Tanpa ragu ku buka pintu dan segera kututup. Ada sedikit perasaan tak enak pada Hasan karena pembicaraanku tadi yang kurasakan kurang enak didengar, tapi aku membuang perasaan bersalah tersebut. Malam semakin larut tapi kedua bola mataku tak kunjung juga mengantarku pada alam sana. Terdengar suara kehidupan dalam kamar Hasan. Dengan penuh penasaran kuberanikan mengetuk pintu kamarnya sekalian aku mau minta ma'af.
" Ada apa Dit ? " senyuman itu begitu sejuk dipandang.
" mmm... ga, kamu belum tidur San ? "
" Belum, aku tidak bisa tidur malam ini, entah mengapa mungkin karena aku masih baru kali yah dengan suasana baruku ini "
" ooo...." jawabku singkat
" Ngomong-ngomong ada apa nih Dit ? emangnya kamu juga ga bisa tidur ? "
" Aku mau minta ma'af karena jawaban perkenalan tadi tidak mengenakan "
" Ga apa-apa Dit, aku ngerti kok kamu kan tadi baru datang pasti rasa lelahmu yang membuat kamu bersikap demikian "
" Wah nih orang sabar banget, kebijakan dalam berkata bikin kagum setiap orang yang mendengarkan " gumamku dalam hati.
Akhirnya aku ngobrol malam itu mulai dari perkenalan sampai dengan pengalaman.
Setelah kejadian malam itu aku semakin dekat dengan Hasan. Tak jarang aku minta pendapat tentang masalah yang sedang kuhadapi. Setiap katanya mengandung makna yang begitu indah bagaikan penyair yang menyampaikan risalah lewat kata-kata bijaknya.
" Dit, rasa cinta itu fitrah. Setiap manusia yang normal pasti akan merasakannya, tapi tergantung kita dalam pengembangan cinta tersebut. Cinta kita kepada lawan jenis atau hobby kita boleh-boleh saja, tapi jangan sampai rasa cinta tersebut mengalahkan cinta kita padaNya "
" Sulit San, hati ini sudah terlanjur suka sama dia. Sekarang alur hidupku saja entah kan kubawa kemana, semuanya serba kebingungan dan saat kuambil keputusan selalu saja kutemui jalan buntu "
" Dit, cinta itu tak harus memiliki dan cinta tak bisa dipaksakan. Jika kita memang mencintai seseorang, kita kan merasa bahagia jika dia menemukan kebahagiannya, walaupun kebahagian itu tidak ditemukan pada diri kita, kita harus ikhlas. Dit, sekarang mengadulah kepada Allah. Mohon petunjukNya untuk membimbing kebimbangan dalam menjalani hidupmu dan jangan terlalu dipikirkan sebab kamu tau sendiri kan bahwa kamu punya penyakit kanker " Hasan memang benar penyakit yang kuderita selama ini tak lagi kupikirkan. Padahal entah esok atau lusa bahkan mungkin hari ini jika Allah berkenan mengambil nyawa ini, aku tidak bisa berbuat apa-apa.
Kuingat pesan Hasan yang masih terngiang dalam benakku " Sesungguhnya setiap yang bernyawa pasti akan mengalami kematian, jadikanlah ini salah satu prinsip dalam menjalani hidup agar selalu ingat padaNya ". Bergetar seketika seluruh tubuhku entah apa yang terjadi padaku saat itu. Tanpa pikir panjang ku basuh setiap bagian tubuhku dengan air wudhu untuk mengadukan masalah ini pada Penguasa alam semesta.
" Ya Allah, betapa besar dosaku selama ini. Cinta yang kau berikan telah aku salah artikan. Begitu halusnya iblis membisikan arti cinta itu hingga kabut cinta duniawi telah menghalangi arti sebenarnya cinta. Ya Allah, andaikan cintaku padaMu sebesar cintaku padanya bahkan lebih dari itu. Sungguh aku sangat menginginkan hal itu sebelum Kau memanggilku. Ya Allah jadikan cintaku padaMu begitu besar hingga ku tak takut akan kematian bahkan kematian menjadikan gerbang menuju kerinduan menghadapMu " tak terasa air mata penyesalah telah membasahi pipi dan sajadah. Hatiku sedikit lebih sejuk dan tenang dan tak terasa keseimbangan tubuhku mulai tak stabil dan akhirnya aku tersungkur dalam sujud.
*~*
" Dit, berangkat kuliah ga ? " Berulang kali Hasan menanggil Adit, tapi tak ada sahutan dari dalam. Hasan memberanikan diri untuk masuk kekamar Adit dan ternyata pintunya tidak terkunci. Dia melihat Adit dalam keadaan sujud dan dia berpikir mungkin dia kesiangan shalat subuhnya. Setengah jam sudah dia menunggu dikasurnya, tapi Adit masih dalam keadaan bersujud. Hasan mulai penasaran dan mulai mendekati Adit, dia coba sedikit menggoncangkan tubuh Adit dan......." Astagfirullah.......Dit....Dit.....Innalillahi wa inna ilaihi rajiun, insyaAllah kau telah mendapatkan arti cinta yang sebenarnya. Semoga kau tenang diSisiNya ".
Wassalamu 'alaikum wr. wb.Sukron,

Para Trainer Warung Motivasi





Para Trainer Warung Motivasi ....


Miss Umayah, Miss Ana, Miss Hesty, Miss Endah, Miss Elly, Miss Melisa, Miss Euis, Miss Ika...


Cowoknya Mr Syaiful, Mr. Hilman, Mr Jaka, Mr Budi, Mr. Cece, Mr. Ibnu Muttakil

Nampang abis Rapat koordinasi

Generasi Mobile >< Generasi Masjid

Generasi muda sekarang banyak yang mengistilahkan sebagai generasi mobile, entah karena memang mereka gemar naik mobil ke mana-mana, atau karena senang ber haha-hihi sambil jalan dengan memakai mobile phone, atau justru karena selalu bergerak kesana kemari (kadang ga tau harus kemana) persis seperti mobil angkot mencari penumpang.
Tapi memang hidup ini mobile berjalan terus ke depan dan tidak pernah kembali ke belakang. Waktu yang telah kita lalui meskipun sedetik, bisa dikatakan masa lalu yang tidak terulang lagi. Masa lalu adalah jarak yang paling jauh dan tidak dapat tercapai lagi.
Syair lagu bimbo mengatakan hidup ini bukan bulatan bola yang tiada ujung dan tiada pangkal. Tapi hidup ini seperti garis lurus yang pasti akan sampai ke tujuan. Karena itu, kita harus terus dan terus bergerak hingga suatu saat berhenti pada satu titik yang bernama kematian.
Hiyy, syerem banget kalau dengar kata kematian. Tapi bagaimana lagi, kita semua kan “camat” alias calon mati. Mau nggak mau kita harus tahu bagaimana rumah masa depan kita nanti
Inget lo, bukan berarti dengan kematian lalu kita selesai sampai disitu aja, bersatu dengan tanah, dari tanah kembali ke tanah. Ada alam lain yang menanti kita, suatu tempat yang masih misterius di mana kita semua kelak akan dimintai pertanggung jawaban.
Buah dari mobilitas kita selama di dunia akan dihitung seadil-adilnya di sana oleh Allah yang Maha Adil
Mari kita simak firman Allah berikut :
“Katakanlah: “Apakah akan Kami beritahukan kepadamu tentang orang-orang yang paling merugi perbuatannya, Yaitu orang-orang yang telah sia-sia perbuatannya dalam kehidupan dunia ini, sedang mereka menyangka bahwa mereka berbuat sebaik-baiknya. Mereka itu orang-orang yang kufur terhadap ayat-ayat Rabb mereka dan (kufur terhadap) perjumpaan dengan Dia , maka hapuslah amalan-amalan mereka, dan Kami tidak mengadakan suatu penilaian bagi (amalan) mereka pada hari kiamat. Demikian balasan mereka itu neraka jahannam, disebabkan kekafiran mereka dan disebabkan mereka menjadikan ayat-ayat-Ku dan rasul-rasul-Ku sebagai olok-olok” (QS. Al-Kahfi : 103-106)
Dari keempat ayat tersebut dapat kita pahami bahwa orang yang mobilitasnya di dunia ini selalu bertentangan dengan perintah Allah bahkan kafir kepada-Nya maka amalannya akan sia-sia, dan mendapat balasan neraka jahannam.
Tapi untuk orang-orang yang beriman dan beramal saleh yang mobilitasnya selalu dalam rangka mencari ridha-Nya, Allah akan memberikan balasan yang sesuai, yakni surga yang sangat indah.
Kelanjutan dari surat Al-Kahfi di atas menunjukkan akan hal tersebut.
“Sesungguhnya orang-orang yang beriman dan beramal saleh, bagi mereka adalah surga Firdaus menjadi tempat tinggal. Mereka kekal di dalamnya, mereka tidak ingin berpindah daripadanya” (QS. Al-Kahfi : 107-108)
Tuh kan… enak banget kalau rumah masa depan kita ada di surga firdaus, kekal dan betah di dalamnya dan yang pasti nggak akan pernah ada penggusuran
Walaupun kita sudah paham bagaimana mobilitas kita yang seharusnya, tapi banyak diantara kita yang masih saja gamang dalam menjalani mobilitas, sehingga segala yang kita lakukan cenderung mengikuti arus saja.
Kenapa bisa terjadi demikian ?
Itu karena mereka belum sepenuhnya memahami 5W + H
Who am I ?What do we live ?When we live ?Why do we live ?Where do we live ?How do we live ?
Orang yang mengerti 5W+H, hidupnya tidak akan mengalami stagnasi atau putus asa dalam menjalani aktivitasnya, karena ia sangat yakin dengan dirinya. Ia sangat memahami arti dan tujuan hidupnya sehingga mobile yang ia lakukan selama ini akan terkonsep dengan baik. Misalnya aja saya. Who am I ? siapa saya ? cukupkah saya hanya menjawab sekedar nama dan anak dari siapa ? Rasanya nggak deh! Kita harusnya menjelaskan siapa kita dengan bahasan yang lebih luas. Ujungnya, kita akan menjawab, saya adalah hamba Allah Swt yang mempunyai tugas menjadi khalifah fil ardh, dan akan dimintai pertanggung jawaban-Nya
What do we live? Apa yang kita lakukan dalam hidup ini masih ada kaitannya dengan siapa saya tadi. Bahwa yang harusnya kita lakukan adalah ibadah kepada-Nya.
“Dan Aku tidak menciptakan jin dan manusia melainkan supaya mereka menyembah-Ku” (QS. Adz-Dzariyat : 56)
Dunia adalah ladang amal yang harus kita isi dengan kebaikan. Akhirat nantinya adalah tempat kita memetik hasilnya. Karenanya, mumpung masih hidup kita harus berbuat yang terbaik sebagai hamba-Nya.
When we live? Kapan kita hidup, tentu saja sejak ibu melahirkan kita. Tapi kapan hidup kita akan berakhir, tak ada yang mengetahuinya selain Allah Swt.
When do we live? Mengapa kita hidup, jawabannya sudah sering diulas di atas, menjadi hamba yang harus taat beribadah kepada-Nya. Allah menciptakan kita dan seisi dunia tidak dengan sia-sia, maka kerugian yang sangat berat jika kita menyia-nyiakannya.
Where do we live? Dimana dan kemana hidup kita. Pertanyaan yang sebenarnya biasa, namun jika kita maknai mendalam, akan membawa kita pada satu muara penghambaan yang sungguh. Dunia, tempat melakukan amal. Akhirat, tempat menuai amal.
How do we live? Bagaimana kita hidup, kita pasti sangat bisa menjawabnya. Apakah kita menjalani hari-hari kita dengan kemaksiatan dan kemungkaran, atau sebaliknya, mengisi dengan hal-hal positif dan bermanfaat.
Semua pertanyaan mendasar itu harusnya selalu kita ingat. Agar dalam setiap tindakan yang akan kita ambil, kita tidak salah langkah.
Orang yang baik juga memiliki planning, organizing, actuating, dan controlling sehingga punya tujuan yang jelas. Ia selalu menganalisa kekuatan, kelemahan, dan peluang yang dimilikinya tapi ia tetap yakin ada variable lain di luar kekuatannya.
Jadi, jika semua usaha telah ia laksanakan dengan sungguh-sungguh tapi mengalami kegagalan, maka ia akan mengembalikan semuanya kepada Allah. Itulah yang dinamakan tawakal.
Tawakal, bukanlah sikap pasif seperti menunggu kareta api di stasiun, tapi ia juga gerakan aktif mencari solusi dari setiap solusi dari setiap masalah yang terjadi, mencari dimana letak kesalahan yang menyebabkan usaha kita mengalami kegagalan. Nabi pernah menegur sahabatnya yang membiarkan begitu saja kudanya tanpa diikat saat akan memasuki masjid dengan alasan tawakal. Beliau bersabda : “ikatlah kudamu dulu baru tawakal”
Bergeraklah terus, manfaatkanlah potensi yang ada dalam dirimu sebaik-baiknya. Ingat mobilitas yang disertai perencanaan yang baik dan dalam kerangka mencari ridha-Nya akan mendapatkan hasil yang baik pula.
Siapa sih yang nggak ingin tinggal di dalam surga firdaus seperti yang dijanjikan Allah pada setiap hamba-Nya yang beriman dan beramal saleh. Kamu mau juga kan? Sama!!