Kamis, 15 Januari 2009

Kualitas Pendidikan Terbaik di Dunia

KUALITAS PENDIDIKAN TERBAIK DI DUNIA Tahukah Anda negara mana yang kualitas pendidikannya menduduki peringkatpertama di dunia? Kalau Anda tidak tahu, tidak mengapa karena memangbanyak yang tidak tahu bahwa peringkat pertama untuk kualitas pendidikanadalah Finlandia. Kualitas pendidikan di negara dengan ibukota Helsinki,dimana perjanjian damai dengan GAM dirundingkan ini memang begitu luarbiasa sehingga membuat iri semua guru di seluruh dunia.Peringkat I dunia ini diperoleh Finlandia berdasarkan hasil surveiinternasional yang komprehensif pada tahun 2003 oleh Organization forEconomic Cooperation and Development (OECD). Tes tersebut dikenal dengannama PISA mengukur kemampuan siswa di bidang Sains, Membaca, dan jugaMatematika. Hebatnya, Finlandia bukan hanya unggul secara akademis tapijuga menunjukkan unggul dalam pendidikan anak-anak lemah mental.Ringkasnya, Finlandia berhasil membuat semua siswanya cerdas.Lantas apa kuncinya sehingga Finlandia menjadi Top No 1 dunia? Dalammasalah anggaran pendidikan Finlandia memang sedikit lebih tinggidibandingkan rata-rata negara di Eropa tapi masih kalah dengan beberapanegara lainnya.Finlandia tidaklah mengenjot siswanya dengan menambah jam-jam belajar,memberi beban PR tambahan, menerapkan disiplin tentara, atau memborbardirsiswa dengan berbagai tes. Sebaliknya, siswa di Finlandia mulai sekolahpada usia yang agak lambat dibandingkan dengan negara-negara lain, yaitupada usia 7 tahun, dan jam sekolah mereka justru lebih sedikit, yaituhanya 30 jam perminggu. Bandingkan dengan Korea, ranking kedua setelahFinnlandia, yang siswanya menghabiskan 50 jam permingguLalu apa dong kuncinya? Ternyata kuncinya memang terletak pada kualitasgurunya. Guru-guru Finlandia boleh dikata adalah guru-guru dengan kualitasterbaik dengan pelatihan terbaik pula.. Profesi guru sendiri adalahprofesi yang sangat dihargai, meski gaji merekatidaklah fantastis. Lulusan sekolah menengah terbaik biasanya justrumendaftar untuk dapat masuk di sekolah-sekolah pendidikan dan hanya 1 dari7 pelamar yang bisa diterima, lebih ketat persaingainnya ketimbang masukke fakultas bergengsi lainnya seperti fakultas hukum dan kedokteran!Bandingkan dengan Indonesia yang guru-gurunya dipasok oleh siswa dengankualitas seadanya dan dididik oleh perguruan tinggi dengan kualitasseadanya pula. Dengan kualitas mahasiswa yang baik dan pendidikan danpelatihan guru yang berkualitas tinggi tak salah jika kemudian merekadapat menjadi guru-guru dengan kualitas yang tinggi pula.Dengan kompetensi tersebut mereka bebas untuk menggunakan metode kelasapapun yang mereka suka, dengan kurikulum yang mereka rancang sendiri, danbuku teks yang mereka pilih sendiri. Jika negara-negara lain percaya bahwaujian dan evaluasi bagi siswa merupakan bagian yang sangat penting bagikualitas pendidikan, mereka justru percaya bahwa ujian dan testing itulahyang menghancurkan tujuan belajar siswa. Terlalu banyak testing membuatkita cenderung mengajar siswa untuk lolos ujian, ungkap seorang guru diFinlandia. Padahal banyak aspek dalam pendidikan yang tidak bisa diukurdengan ujian. Pada usia 18 th siswa mengambil ujian untuk mengetahuikualifikasi mereka di perguruan tinggi dan dua pertiga lulusan melanjutkanke perguruan tinggi.Siswa diajar untuk mengevaluasi dirinya sendiri, bahkan sejak Pra-TK! Inimembantu siswa belajar bertanggungjawab atas pekerjaan mereka sendiri,kata Sundstrom, kepala sekolah di SD Poikkilaakso, Finlandia. Dan kalaumereka bertanggungjawab mereka akan bekeja lebih bebas.Guru tidak harusselalu mengontrol mereka.Siswa didorong untuk bekerja secara independen dengan berusaha mencarisendiri informasi yang mereka butuhkan. Siswa belajar lebih banyak jikamereka mencari sendiri informasi yang mereka butuhkan. Kita tidak belajarapa-apa kalau kita tinggal menuliskan apa yang dikatakan oleh guru. Disiniguru tidak mengajar dengan metode ceramah, Kata Tuomas Siltala, salahseorang siswa sekolah menengah. Suasana sekolah sangat santai danfleksibel. Terlalu banyak komando hanya akan menghasilkan rasa tertekandan belajar menjadi tidak menyenangkan, sambungnya.Siswa yang lambat mendapat dukungan yang intensif. Hal ini juga yangmembuat Finlandia sukses. Berdasarkan penemuan PISA, sekolah-sekolah diFinlandia sangat kecil perbedaan antara siswa yang berprestasi baik danyang buruk dan merupakan yang terbaik menurut OECD.Remedial tidaklah dianggap sebagai tanda kegagalan tapi sebagai kesempatanuntuk memperbaiki. Seorang guru yang bertugas menangani masalah belajardan prilaku siswa membuat program individual bagi setiap siswa denganpenekanan tujuan-tujuan yang harus dicapai, umpamanya: Pertama, masukkelas; kemudian datang tepat waktu; berikutnya, bawa buku, dlsb. Kalaumendapat PR siswa bahkan tidak perlu untuk menjawab dengan benar, yangpenting mereka berusaha.Para guru sangat menghindari kritik terhadap pekerjaan siswa mereka.Menurut mereka, jika kita mengatakan "Kamu salah" pada siswa, maka haltersebut akan membuat siswa malu. Dan jika mereka malu maka ini akanmenghambat mereka dalam belajar. Setiap siswa diperbolehkan melakukankesalahan. Mereka hanya diminta membandingkan hasil mereka dengan nilaisebelumnya, dan tidak dengan siswa lainnya. Jadi tidak ada sistemranking-rankingan. Setiap siswa diharapkan agar bangga terhadap dirinyamasing-masing.Ranking-rankingan hanya membuat guru memfokuskan diri pada segelintirsiswa tertentu yang dianggap terbaik di kelasnya. Kehebatan sistempendidikan di Finlandia adalah gabungan antara kompetensi guru yangtinggi, kesabaran, toleransi dan komitmen pada keberhasilan melaluitanggung jawab pribadi. Kalau saya gagal dalam mengajar seorang siswa,kata seorang guru, maka itu berarti ada yang tidak beres dengan pengajaransaya! Benar-benar ucapan guru yang sangat bertanggungjawab.Diambil dari : "Top of the Class" - Fergus Bordewich

Tidak ada komentar: